Konsep Dekorasi Kafe Unik untuk Nongkrong

Di pojokan jalan Halimun, Malabar, Bandung terdapat sebuah kafe yang terbilang unik dengan dekorasi nyeleneh anti mainstream. Aura horor langsung menyergap saat mendekati pintu masuk kafe itu. Benar saja, kafe itu dipenuhi dengan ornamen serba seram dan berbau hantu kuburan yang kental. Tetapi anehnya, cukup banyak pengunjung yang kebanyakan anak muda tanpa rasa takut. Raut ceria dan bahagia tampak jelas di wajah-wajah mereka.

Keberadaan kafe di sebuah kota saat ini bisa menjadi ikon anak-anak muda yang madani. Ia bukan hanya tempat untuk makan atau minum, kafe merupakan simbol status antara sesama anak muda yang menganggap dirinya cukup sukses. Atas dasar itulah banyak kafe dibangun berdasarkan “kelas” dan “strata” dari kesuksesan mereka. Ada kafe yang dibangun untuk kaum urban yang lumayan sukses ada pula kafe yang menyasar untuk semua golongan.

Dekorasi Kafe Unik

Sebagai simbol status dan eksistensi anak muda, maka kafe juga harus menunjukkan kelasnya agar jiwa anak-anak muda tersebut dapat diwakili. Para pemilik kafe tahu betul filosofi ini, maka kafe yang dibangunnya harus memiliki ciri kepribadian petualangan jiwa muda yang anti mainstream. Sehingga, jangan kaget jika banyak kafe bernuansa nyeleneh seperti yang berada di Jalan tersebut semakin banyak dibangun dan diminati.

Konsep Dekorasi Kafe Unik yang Patut Dicoba

Untuk mendatangkan animo anak-anak muda ke kafe-mu, ada baiknya melakukan penataan pada dekorasi interior dan eksterior pada kafe. Hal ini penting agar kafe tersebut mudah dikenali dan menarik untuk dikunjungi. Sebab hakikatnya kafe bukan hanya tempat untuk makan dan minum saja, melainkan sebuah wadah yang mempertemukan minat yang sama di kalangan anak muda. Agar tampak beda dengan kafe yang lain, aturlah dekorasi ini sesuai dengan kepribadian yang sekiranya mewakili semangat mereka. Berikut ide yang dapat dikembangkan di kafe Kamu.

Kafe Unik

1. Eksterior

Buatlah dekorasi pada eksterior yang cukup mencolok dan mudah dikenali sebagai sebuah kafe. Jika kafe menyasar kalangan terpelajar dan elite, gunakan kanopi kaca minimalis dan pernak-pernik yang berbasis kaca seperti lampu geomtris, dinding berkaca buram, lampu doff, meja dan kursi persegi yang keras di teras, dan dekorasi dari ranting pohon. Efek yang di dapat  dari dekorasi seperti ini adalah pendekatan terhadap alam yang bersahabat dan hangat.

Jika sasaran kafe adalah sekelompok anak muda dengan pikiran dan jiwa konservatif, mononton dan terlalu mainstream, cobalah menambahkan ornamen berupa patung dan ukiran berbahan kayu dan keramik.  Penggunaan lampu bulat berbahan doff tepat di bawah kanopi kaca dapat memberi kesan kafe yang ramah.

2. Interior

Interior kafe

Interior pada kafe tidak melulu pada dinding, melainkan segala aspek yang dapat ditangkap mata yang dapat membuat pengunjung betah. Karena kafe identik dengan tempat nongkrong anak muda, maka gunakan interior yang serba anak muda. Hal ini digunakan untuk mendekatkan kepribadian agar bisa diterima. Jangan gunakan teks atau tulisan yang kaku hasil cetakan mesin. Cobalah menggunakan efek tulisan tangan yang cenderung tidak beraturan.

Pada dinding kafe, gunakan gambar-gambar  yang mewakili jiwa anak muda seperti sepeda, batu, alat musik, dan permainan garis-garis yang tegas. Buatlah gambar-gambar itu berupa grafis vektor (kartun) dan siluet agar terkesan hasil buatan tangan. Jangan gunakan gambar pattern atau pola batik, sebab hal ini akan membosankan bagi mereka.

Buatlah dapur yang transparan sehingga mudah dilihat oleh para pengunjung. Cara ini terbuki efektif dalam menarik pengunjung, sebab mereka merasa dilibatkan dalam pembuatan makanan atau minuman pesanannya.

Pada lampu, pilihlah cahaya lampu berwarna kuning dan agak redup untuk mencitrakan suasan senja yang eksotis. Jika tidak memungkinkan, buatlah kotak kayu berongga sebagai wadah lampu agar cahaya lampu tetap redup.

3. Dekorasi

Manfaatkan setiap tempat dan sudut sebagai media dekorasi yang mewakili jiwa muda seperti topeng kayu, batang kayu atau ranting, grafiti, sedikit mural, atau keranjang sebagai wadah lampu agar tidak silau. Pada meja dan kursi, gunakan kayu sebagai material utama untuk memberi kesan natural. Buatlah lantai dengan pola pattern saling bersilangan sebagai simbol petualangan jiwa muda yang dinamis. Pada plafon, gunakan media kayu yang saling bersilangan dengan lampu terlindung keranjang bambu yang memancarkan cahaya dari sela keranjang di antara silangan kayu tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *